Batam
Juliadi | Sabtu 07 Feb 2026 20:10 WIB | 865
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad bersama Forkopimda, Sabtu (7/2/2026). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Sabtu pagi (7/2/2026), kawasan wisata Pantai Ocarina mendadak riuh oleh deru semangat gotong royong. Bukan sekadar agenda rutin, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, turun langsung menyisir pesisir pantai untuk memimpin aksi kebersihan masif dalam rangka peluncuran Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
Langkah ini merupakan respons cepat dan konkret Pemerintah Kota (Pemko) Batam dalam menindaklanjuti arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mewujudkan lingkungan yang berkelanjutan di seluruh penjuru negeri.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Polresta Barelang ini menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat. Hadir mendampingi Wali Kota, sejumlah tokoh penting di antaranya:
Irjen Asep Safrudin (Kapolda Kepulauan Riau)
Kombes Anggoro Wicaksono (Kapolresta Barelang)
Unsur Forkopimda Kota Batam.
Dalam arahannya yang tegas, Amsakar menekankan bahwa Gerakan Indonesia ASRI adalah "perang" terhadap pola hidup tidak sehat, bukan sekadar ajang kumpul-kumpul pejabat.
“Hari ini kita bergerak sebagai bentuk kepatuhan dan komitmen terhadap instruksi Presiden Prabowo. Batam harus menjadi garda terdepan. Jika lingkungan bersih, maka aman dan sehat akan mengikuti,” tegas Amsakar.
Amsakar tidak menampik bahwa Batam saat ini tengah berjuang melawan status darurat sampah. Persoalan ini menjadi atensi serius karena berdampak langsung pada citra Batam sebagai kota investasi dan pariwisata dunia.
“Masalah sampah di Batam sangat kompleks. Saya minta seluruh OPD bekerja sungguh-sungguh. Melalui Gerakan Indonesia ASRI, urusan sampah harus tuntas. Ini perintah langsung Presiden,” tambahnya.
Pemilihan Pantai Ocarina sebagai lokasi aksi dinilai sangat strategis. Sebagai wajah pariwisata Batam, kebersihan Ocarina diharapkan menjadi standar bagi destinasi wisata lainnya dalam menyambut wisatawan mancanegara.
Amsakar menginstruksikan agar semangat Gerakan Indonesia ASRI tidak berhenti di Ocarina saja.
Ia meminta budaya gotong royong ini ditarik hingga ke level kecamatan, kelurahan, bahkan lingkungan perumahan warga.
Dengan aksi nyata ini, Batam optimistis dapat bertransformasi menjadi kota yang tidak hanya modern secara infrastruktur, tetapi juga resik dan indah secara lingkungan. (Adi)
Redaktur : ZB