Batam, News, Hukum & Kriminal, Kepri

Li Claudia Murka, Pelaku Pencurian Besi Drainase Terowongan Pelita Diburu

Egi | Minggu 14 Jun 2026 21:47 WIB | 85

Pemko Batam
Polres/Ta dan Polsek
Polda Kepri
Hukum & Kriminal
BP Batam
Aset Daerah


Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra meninjau di terowongan pelita (foto: BP Batam)


Matakepri.co.id Batam – Viralnya aksi pencurian besi penutup drainase di kawasan Terowongan Pelita memicu kemarahan Wakil Kepala BP Batam sekaligus Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, Minggu (14/6/2026).

Li Claudia menyesalkan tindakan pelaku yang merusak fasilitas umum di tengah upaya pemerintah mempercantik dan membenahi wajah Kota Batam. Menurutnya, penutup drainase yang dirusak merupakan bagian dari infrastruktur yang sedang ditata demi kenyamanan dan keselamatan masyarakat.

"Fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran negara untuk kepentingan masyarakat justru dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," demikian reaksi yang disampaikan usai menerima laporan terkait aksi pencurian tersebut.

Tak tinggal diam, Li Claudia bersama tim langsung turun ke lokasi untuk melihat kondisi drainase yang dirusak pelaku. Dari hasil peninjauan, sejumlah komponen besi pada penutup drainase diketahui telah hilang setelah dihancurkan dan diambil oleh pelaku.

Aksi yang terekam warga saat berolahraga pagi itu kini telah menjadi perhatian luas masyarakat Batam. Dalam video yang beredar di media sosial, seorang pria terlihat menggunakan palu besar untuk menghancurkan bagian penutup drainase sebelum mengambil besi yang terdapat di dalamnya.

Li Claudia menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memburu pelaku. Ia meminta agar proses penegakan hukum dilakukan secara tegas mengingat perbuatan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian negara, tetapi juga membahayakan keselamatan masyarakat.

Menurutnya, drainase yang kehilangan penutup berpotensi menjadi perangkap bagi pejalan kaki yang melintas, terutama pada malam hari dan saat kondisi hujan.

"Kami tidak ingin upaya mempercantik Batam dirusak oleh ulah segelintir orang yang mencari keuntungan pribadi dengan merusak fasilitas publik," ujarnya.

Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi fasilitas umum dan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan yang berpotensi merusak aset negara.

Sementara itu, warga berharap pelaku segera ditangkap agar aksi serupa tidak kembali terjadi di berbagai titik pembangunan yang saat ini tengah gencar dilakukan di Kota Batam.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa menjaga fasilitas umum bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat demi mewujudkan Batam yang aman, tertata, dan nyaman bagi semua.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media