Batam, Hukum & Kriminal
Juliadi | Selasa 12 May 2026 18:39 WIB | 578
Para terdakwa pembunuhan berencana calon LC di Batam. (Foto: Adi)
Matakepri.co.id, Batam -- Ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Batam mendadak mencekam dan penuh emosi pada Senin (11/5/2026) malam. Fefrina Mandasari Rima Putri, mantan Asisten Rumah Tangga (ART) di Mess MK Management, tak kuasa menahan air mata saat membeberkan kesaksian kelam di balik kematian tragis Dwi Putri Apriliandini.
Sidang yang berlangsung maraton sejak sore hingga pukul 20.48 WIB ini mengungkap tabir dugaan penganiayaan berencana, ritual mistis, hingga penyekapan yang dialami korban sebelum mengembuskan napas terakhir.
Dalam kesaksiannya, Rina mengungkapkan adanya aktivitas janggal yang dilakukan setiap minggu di rumah tersebut. Lampu dipadamkan, dupa dibakar, dan para pemandu lagu (LC) yang baru direkrut diwajibkan menjalani ritual.
"Setiap minggu pasti ada ritual. Mandi bunga, minum miras, sampai masuk ke 'Ruang Nyi Roro Kidul'. Kata Koko (terdakwa Wilson Lukman), itu untuk meditasi," ujarnya.
Nasib nahas Dwi Putri dimulai pada 23 November 2025, sesaat setelah ia tiba untuk bekerja. Usai mengikuti ritual, korban meracau dan merasa ketakutan.
"Dia telepon pacarnya, bilang seperti disantet. Dia minta air karena tenggorokannya panas dan muntah. Dari situ suasana mulai kacau," tambah Rina.
Ia juga mengungkap fakta mengejutkan mengenai adanya video yang diduga sengaja direkayasa oleh terdakwa Anik Istiqomah alias Meylika untuk memancing amarah Wilson Lukman. Dalam sebuah insiden, tangan korban secara tidak sengaja mengenai Meylika.
"Meylika minta adegan itu diulang supaya bisa direkam dan dikirim ke Koko," ucapnya.
"Ibu (Meylika) hanya melihat dan bilang, ‘Biar dia tahu rasa’," jelanya..
Ia mengaku sempat berjanji kepada korban untuk membantunya melarikan diri dan bahkan sudah menyiapkan tas ransel pada Jumat pagi. Namun, rencana itu gagal total setelah ponsel miliknya hilang secara misterius—diduga karena kecurigaan Wilson.
"Saya sudah bilang ke korban, 'Biar Kakak yang keluarin kamu'. Tapi saya takut, CCTV di mana-mana," ucapnya. (Adi)
Redaktur : ZB