Batam, Hukum & Kriminal
Juliadi | Kamis 28 May 2026 12:39 WIB | 497
TNI, Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon. (Foto : Dispen Kodaeal IV Batam)
Matakepri.co.id, Batam - Sinergi lintas instansi kembali unjuk gigi dalam menjaga kedaulatan sumber daya alam nasional. Kepala Staf Umum (Kasum) TNI, Letjen TNI Richard Taruli H. Tampubolon, memimpin langsung peninjauan barang bukti penyelundupan mineral dan batu bara (minerba) ilegal di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam, Kamis (28/5/2026).
Pangkoarmada RI, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Dr. Denih Hendrata mengatakan, operasi ini menindaklanjuti keberhasilan jajaran Koarmada RI, melalui KRI Kujang-642 BKO Guskamla Koarmada I, yang berhasil mencegat kapal TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210 pada 17 Mei 2026 lalu.
Tak main-main, kata dia lagi, dalam pemeriksaan tersebut, tim gabungan mengamankan 390 ton minerba yang tersimpan dalam 25 kontainer. Berdasarkan uji laboratorium oleh PT Timah Kundur di Tanjung Balai Karimun, sampel dari 15 kontainer dipastikan mengandung Titanium Oksida serta material bernilai tinggi lainnya seperti Logam Tanah Jarang (LTJ) dan unsur radioaktif untuk bahan baku nuklir (Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymiun Oxide, Triuranium Oktasida, dan Serium Oksida).
"Diperkirakan, nilai ekonomi dari tangkapan spektakuler ini mencapai angka triliunan rupiah," ungkapnya kepada awak media.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah bukti kesiapsiagaan prajurit TNI AL dalam mengawal kekayaan tanah air.
"Ini merupakan bukti nyata kesiapsiagaan prajurit TNI AL untuk terus hadir di garda terdepan demi menjaga kedaulatan, menegakkan hukum, serta mengamankan kekayaan alam Indonesia demi kepentingan bangsa dan negara," tegasnya.
Senada dengan hal tersebut, Komandan Kodaeral IV, Laksaman Muda (Laksda) TNI Berkat Widjanarko, menyatakan bahwa pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas ilegal di perairan strategis Indonesia.
"Penggagalan ini merupakan wujud komitmen TNI AL melaksanakan perintah Presiden RI dan Panglima TNI," ujarnya.
"Kodaeral IV akan terus memperkuat pengawasan dan meningkatkan sinergi dengan seluruh instansi terkait guna melindungi sumber daya alam strategis nasional dari praktik penyelundupan yang merugikan negara," tutupnya. (Adi)
Redaktur : ZB