Batam, News, Pendidikan, Kepri

Insiden di Play Group Djuwita Batam Berujung Trauma Guru

Egi | Jumat 01 May 2026 21:30 WIB | 733

DPRD Batam
Pemko Batam
Polres/Ta dan Polsek
Perguruan Tinggi/Sekolah


Tangkapan layar cctv di Play Group Djuwita Batam yang beredar luas di medsos (istimewa)


Matakepri.com Batam - Insiden dugaan intimidasi yang terjadi di Play Group Djuwita Batam memicu keresahan di lingkungan sekolah. Seorang wali murid yang datang bersama sejumlah orang tak dikenal diduga melakukan tekanan terhadap para guru, hingga menyebabkan dua tenaga pengajar mengalami trauma.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa siang, sekira pukul 13.45 WIB, bertepatan dengan waktu istirahat siswa. Kepala sekolah, Lidia, menjelaskan bahwa sebelumnya pihak sekolah telah menerima pemberitahuan kedatangan wali murid tersebut melalui sambungan telepon sehari sebelum kejadian.

"Namun situasi berubah ketika wali murid itu datang tidak sendirian. Ia disebut membawa sekitar puluhan orang yang tidak dikenal oleh pihak sekolah. Sebagian dari mereka berada di area gerbang dan ruang tunggu, sementara beberapa lainnya kemudian masuk ke dalam lingkungan sekolah," kata Lidia.

Awalnya, pihak sekolah mengira pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas kondisi anak yang disebut tidak mengikuti kegiatan belajar. Namun, dalam pertemuan itu, wali murid justru menyampaikan nada emosional dan menolak penjelasan dari pihak guru.

Menurut keterangan sekolah, wali murid tersebut berbicara dengan nada tinggi dan mengeluarkan kata-kata yang dinilai tidak pantas. Ketegangan meningkat ketika beberapa orang yang diduga rekannya masuk ke ruang kantor sambil membawa kamera.

"Saat itu juga adanya tindakan pemaksaan terhadap guru, seperti permintaan nomor telepon pribadi hingga dugaan penyebaran data pribadi setelah pertemuan berlangsung," bebernya.

Bahkan, salah satu guru dikabarkan mengalami perlakuan tidak menyenangkan secara fisik.

Rekaman kamera pengawas di lokasi juga menunjukkan adanya interaksi antara wali murid dengan orang-orang yang datang bersamanya di luar ruangan, meski isi dari interaksi tersebut belum diketahui secara pasti.

Situasi sempat mereda setelah beberapa pihak meninggalkan lokasi. Namun dampak kejadian tersebut cukup besar, terutama bagi tenaga pengajar yang terlibat.

Dua guru dilaporkan mengalami tekanan psikologis dan belum kembali beraktivitas seperti biasa.

Pihak sekolah menegaskan telah melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. Selain itu, evaluasi internal juga tengah dilakukan guna memastikan keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah tetap terjaga.

Sekolah juga membantah adanya tindakan kekerasan terhadap anak dari wali murid tersebut.

"Seluruh aktivitas di sekolah terekam kamera pengawas dan dapat dijadikan bukti jika diperlukan dalam proses hukum," ungkapnya.

Kasus ini kini dalam penanganan aparat, sementara pihak sekolah berharap ada perlindungan hukum bagi tenaga pendidik agar kejadian serupa tidak terulang. (Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media