Batam, News, Kepri
Egi | Selasa 28 Jul 2026 21:49 WIB | 71
Anggota DPD RI Komite II, Ir. H. Ria Saptarika, M.Eng, foto bersama dengan Bulog Batam (foto: ist)
Matakepri.co.id Batam - Anggota DPD RI Komite II, Ir. H. Ria Saptarika, M.Eng, melakukan kunjungan kerja ke Gudang Utama Perum BULOG Kantor Cabang Batam guna memastikan kesiapan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) serta kelancaran pasokan pangan bagi masyarakat Provinsi Kepulauan Riau.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPD RI terhadap penyelenggaraan cadangan pangan nasional, khususnya di wilayah kepulauan yang memiliki tantangan distribusi lebih kompleks dibanding daerah daratan.
Dalam pertemuan dengan jajaran Perum BULOG Cabang Batam, Ria memperoleh paparan mengenai kondisi stok pangan yang saat ini tersedia. BULOG mencatat stok Cadangan Pangan Pemerintah mencapai 4.010 ton, sementara kapasitas gudang utama berada di angka 3.500 ton.
Selain itu, kebutuhan penyaluran beras di wilayah kerja BULOG Batam mencapai sekitar 4.570 ton per bulan, sehingga pengelolaan stok dan distribusi menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pasokan pangan di Kepulauan Riau.
Untuk menjamin ketersediaan beras hingga ke wilayah kepulauan, BULOG Batam bekerja sama dengan PT Jasa Prima Logistik dalam mendistribusikan sekitar 590 ton beras setiap bulan ke sejumlah pulau hinterland di Batam.
"Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan dengan harga yang tetap terjangkau," kata Ria disela-sela kegiatan pada, Selasa (28/7/2026) siang.
Saat meninjau gudang penyimpanan, Ria Saptarika juga melihat langsung sejumlah komoditas pangan yang dipasarkan BULOG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Di antaranya beras premium merek Punokawan dan Setra Ramos kemasan 5 kilogram dengan HET Rp15.400 per kilogram, beras medium dengan HET Rp13.100 per kilogram, serta minyak goreng MINYAKITA dengan HET Rp15.700 per liter yang tersedia dalam kemasan 2 liter.
Ria menegaskan, ketahanan pangan di Provinsi Kepulauan Riau tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga pada kemampuan distribusi yang merata hingga ke pulau-pulau terluar dan hinterland.
“Sebagai provinsi kepulauan, tantangan utama kita bukan hanya menyediakan pangan, tetapi memastikan pangan itu dapat menjangkau seluruh masyarakat, termasuk di pulau-pulau hinterland, dengan harga yang stabil dan terjangkau,” bebernya.
Menurut Ria, hasil kunjungan tersebut akan menjadi bahan masukan bagi Komite II DPD RI dalam memperkuat kebijakan Cadangan Pangan Pemerintah, meningkatkan efektivitas sistem logistik pangan nasional, serta mendorong lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan daerah kepulauan.
Ia menambahkan, DPD RI berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan ketahanan pangan nasional agar mampu menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan pemerataan distribusi pangan bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di wilayah kepulauan seperti Kepulauan Riau.
"Dengan stok yang tersedia saat ini dan dukungan sistem distribusi yang terus diperkuat, diharapkan kebutuhan pangan masyarakat Kepri dapat tetap terjaga serta mampu menghadapi berbagai tantangan logistik yang muncul di masa mendatang," pungkasnya (Egi)
Redaktur: ZB