Batam, News, Kepri

Batam Jadi Contoh, Kurikulum Lalu Lintas Sukses Tekan Pelanggaran Pelajar

Egi | Rabu 29 Jul 2026 05:15 WIB | 91

Pemko Batam
Polres/Ta dan Polsek
Satlantas


Kasatlantas Polresta Barelang Kompol Afiditya Arief Wibowo berikan edukasi kepada siswa/i (foto: Humas)


Matakepri.co.id Batam - Penerapan kurikulum pendidikan lalu lintas di sekolah-sekolah negeri Kota Batam mulai menunjukkan hasil positif. Sepanjang Semester I 2026, angka pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pelajar tercatat mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, Rabu (29/7/2026).

Data Satuan Lalu Lintas Polresta Barelang menunjukkan, penurunan paling besar terjadi pada kalangan pelajar SMP. Dari semula 1.386 pelanggaran pada Semester I 2025, jumlahnya merosot menjadi 462 kasus pada Semester I 2026 atau turun sekitar 66 persen.

Tren serupa juga terlihat pada pelajar SMA. Jumlah pelanggaran berkurang dari 2.307 kasus menjadi 1.157 kasus, atau menurun sekitar 49 persen. Sementara itu, pelajar tingkat SD juga mencatat penurunan dari 98 kasus menjadi 79 kasus, atau berkurang 19 persen.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya Arief Wibowo, mengatakan capaian tersebut menjadi sinyal positif atas efektivitas Kurikulum Lalu Lintas yang mulai diterapkan sejak Desember 2025 melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Batam.


Menurutnya, membangun budaya tertib berlalu lintas harus dimulai sejak usia sekolah agar menjadi karakter yang melekat hingga dewasa.

"Tujuan kami adalah menanamkan kedisiplinan sejak dini. Anak-anak diperkenalkan dengan aturan lalu lintas agar nantinya memiliki kesadaran dan kebiasaan untuk berkendara secara aman serta tertib," kata Afid.

Program ini merupakan hasil kolaborasi Satlantas Polresta Barelang bersama Dinas Pendidikan Kota Batam.

"Melalui nota kesepahaman yang telah disepakati, materi keselamatan berlalu lintas kini menjadi bagian dari proses pembelajaran di seluruh SD dan SMP negeri," ungkapnya.

Sebelum diterapkan di ruang kelas, para guru terlebih dahulu mengikuti pelatihan melalui metode Training of Trainer (TOT), khususnya guru mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn). Setelah itu, materi mengenai keselamatan dan etika berlalu lintas diintegrasikan dalam kegiatan belajar mengajar.


"Selain pembelajaran di kelas, Satlantas Polresta Barelang juga menghadirkan pojok lalu lintas di sejumlah sekolah sebagai media edukasi. Fasilitas tersebut dilengkapi miniatur rambu-rambu, marka jalan, hingga berbagai informasi keselamatan berkendara agar lebih mudah dipahami oleh para siswa," bebernya.

Hingga saat ini, sebanyak 2.500 buku pembelajaran lalu lintas telah disalurkan ke 210 sekolah negeri di Kota Batam yang terdiri dari 145 SD dan 65 SMP. Sebagai pelengkap, sebanyak 250 buku elektronik juga dibagikan kepada guru dan siswa sebagai bahan ajar.

Afiditya berharap program pendidikan lalu lintas yang diterapkan di Batam dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Menurutnya, pendekatan melalui kurikulum yang berkelanjutan jauh lebih efektif dibandingkan sosialisasi yang hanya dilakukan sesekali.

"Jika pendidikan keselamatan berlalu lintas terus diperkuat sejak usia dini dan mendapat dukungan berbagai pihak, maka budaya tertib berlalu lintas akan semakin terbentuk sehingga angka pelanggaran maupun kecelakaan di jalan raya dapat terus ditekan," pungkasnya (Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media