Batam, News, Kepri

PLN Batam Tegaskan Isu Pemadaman Listrik 3 Hari dan Nyala Hanya 6 Jam adalah Hoaks

Egi | Selasa 13 Oct 2026 07:05 WIB | 67

Bright PLN


Rambu lalulintas mati saat pemadaman listrik di Kota Batam (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - PT PLN Batam menegaskan informasi mengenai pemadaman listrik terencana selama tiga hari berturut-turut pada 12–14 Oktober 2026 merupakan kabar bohong atau hoaks.

Penegasan tersebut disampaikan PLN Batam menyusul beredarnya unggahan grafis di media sosial yang menyebutkan adanya pemadaman listrik selama tiga hari serta pesan berantai yang mengklaim listrik hanya menyala selama enam jam setiap hari.

Dalam klarifikasi tertulis yang diterbitkan pada Selasa (13/10/2026), PLN Batam memastikan tidak pernah mengeluarkan pengumuman terkait pemadaman listrik terencana selama tiga hari maupun kebijakan pembatasan nyala listrik selama enam jam seperti yang beredar di masyarakat.

Sekretaris Perusahaan PLN Batam, Rudi Antono mengatakan, informasi yang beredar tersebut juga menarasikan bahwa pasokan listrik hanya mengandalkan PLTD Tanjungpinang. PLN Batam menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar.

“PLN Batam tidak pernah mengeluarkan pengumuman pemadaman terencana selama tiga hari berturut-turut, maupun pemberlakuan pembatasan nyala listrik enam jam sebagaimana dinarasikan dalam pesan dan gambar yang beredar luas di masyarakat,” kata Rudi dalam keterangan tertulisnya.

PLN Batam menyampaikan bahwa pihaknya berkomitmen memberikan informasi terbaru mengenai perkembangan pemulihan sistem kelistrikan secara transparan dan akurat.

Perusahaan tersebut juga mengapresiasi dukungan dari berbagai pihak yang dinilai membantu kelancaran proses pemulihan sistem kelistrikan di Batam.

Melalui klarifikasi ini, masyarakat diimbau agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, khususnya terkait kondisi kelistrikan di Batam.

Masyarakat diharapkan memastikan kebenaran informasi melalui saluran komunikasi resmi PLN Batam agar tidak menimbulkan keresahan akibat kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. (Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media