Batam, News
Egi | Rabu 29 Jul 2026 11:32 WIB | 77
Peta rencana pembangunan tiga koridor Jalan Lingkar Batam
Matakepri.co.id, Batam - Pemerintah Kota (Pemko) Batam bersama Badan Pengusahaan (BP) Batam mempercepat pembangunan Jalan Lingkar Batam sebagai salah satu proyek infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarkawasan sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.
Proyek tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Rapat Evaluasi Triwulan II/Semester I yang dipimpin Wali Kota Batam Amsakar Achmad didampingi Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra di Aula Engku Hamidah, Kantor Wali Kota Batam, Senin (27/7/2026).
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Batam tidak hanya bertujuan mengurai kemacetan, tetapi juga menjadi fondasi pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Kota Batam.
Menurutnya, selama ini pertumbuhan ekonomi masih terkonsentrasi di sejumlah kawasan tertentu. Dengan hadirnya jaringan jalan baru, akses menuju wilayah yang memiliki potensi investasi diharapkan semakin terbuka.
"Pembangunan Batam harus tumbuh secara merata. Jalan lingkar ini kami rancang bukan hanya untuk mengurangi kepadatan lalu lintas, tetapi juga membuka akses menuju kawasan-kawasan yang memiliki potensi ekonomi besar namun belum berkembang optimal. Ketika akses terbuka, investasi akan mengikuti dan masyarakat akan merasakan manfaatnya," ujar Amsakar.
Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Batam karena memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi, kelancaran distribusi logistik, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Jalan Lingkar Batam sendiri masuk dalam 15 Program Prioritas Pemerintah Kota Batam, khususnya pada sektor infrastruktur dan konektivitas wilayah.
Pembangunan Jalan Lingkar Batam akan dilaksanakan secara bertahap melalui skema tahun jamak (multiyears).
Tahap awal dimulai dari pembangunan Jalan Lingkar Selatan, kemudian dilanjutkan dengan Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara, menyesuaikan kesiapan anggaran, perencanaan, serta pelaksanaan di lapangan.
Secara keseluruhan, proyek ini terbagi dalam tiga koridor utama yang dikerjakan secara kolaboratif oleh Pemko Batam dan BP Batam.
Koridor Jalan Lingkar Selatan memiliki panjang sekitar 10,07 kilometer yang menghubungkan kawasan Muka Kuning, Piayu, hingga Punggur melalui Waduk Duriangkang.
Pada koridor ini, Pemko Batam membangun ruas Simpang Sei Pancur–Simpang Kampung Bagan–Waduk Duriangkang sepanjang 4,76 kilometer, serta ruas Waduk Duriangkang–Simpang Bumi Perkemahan (Simpang Jasinta) sepanjang 4,03 kilometer.
Sementara itu, BP Batam membangun jalan di sisi Waduk Duriangkang sepanjang 1,22 kilometer, termasuk pembangunan Jembatan Waduk Duriangkang sepanjang 50 meter.
Koridor Jalan Lingkar Tengah memiliki panjang sekitar 18,55 kilometer yang menghubungkan Batu Aji, Tiban, Sekupang, hingga Tanjung Uma.
Jalur ini diproyeksikan menjadi alternatif baru untuk mengurangi kepadatan kendaraan di ruas utama sekaligus memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri dan pelabuhan.
Pemko Batam membangun ruas Simpang Kantor Lurah Kibing–Jalan Diponegoro sepanjang 4,52 kilometer dan ruas Jalan Diponegoro (Simpang Tiban Housing)–Simpang Tiban Princes sepanjang 3,41 kilometer.
Di sisi lain, BP Batam membangun ruas Simpang SMPN 25–Kampung Nelayan–Jalan Puskesmas Tanjung Uma sepanjang 4,92 kilometer, termasuk Jembatan Pondok Pelangi sepanjang 300 meter.
Koridor Jalan Lingkar Utara memiliki panjang sekitar 14,50 kilometer dan akan memperkuat konektivitas menuju kawasan pesisir, pusat pemerintahan, hingga Bandara Internasional Hang Nadim.
Pemko Batam membangun ruas Simpang Golden Prawn–Bundaran Ocarina sepanjang 1,18 kilometer, lengkap dengan pembangunan Jembatan Golden Prawn dan Jembatan Ocarina/Sei Nayon yang masing-masing sepanjang 30 meter.
Sementara BP Batam menangani pembangunan ruas Jalan Gedung Sumatera–Jalan Central Boulevard sepanjang 2,99 kilometer, ruas Jalan Hang Nadim–Jalan Tengku Sulung sepanjang 3,07 kilometer, serta Jembatan SMA Negeri 3–Kavling Sambau sepanjang 200 meter.
Wakil Wali Kota Batam, Li Claudia Chandra, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Batam merupakan investasi jangka panjang yang akan memberikan dampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
Menurutnya, semakin baik konektivitas antarkawasan, semakin besar pula peluang investasi dan penciptaan lapangan kerja.
"Kami ingin memastikan pembangunan infrastruktur benar-benar menghadirkan manfaat yang luas. Jalan lingkar ini bukan hanya mempersingkat waktu tempuh masyarakat, tetapi juga membuka ruang tumbuh bagi kawasan-kawasan baru yang memiliki potensi ekonomi. Ketika akses semakin baik, investasi, lapangan kerja, dan pelayanan publik juga akan berkembang lebih cepat," tutup Li Claudia. (Egi)
Redaktur: ZB