Batam, News, Kepri

Korban Penganiayaan Polisi Bertambah, Satu Tewas, Satu Lainnya Luka Memar

Egi | Rabu 15 Apr 2026 11:41 WIB | 375

Polda Kepri
Hukum & Kriminal
Mayat


Kabid Propam Polda Kepri Kombes Pol Eddwi Kurniyanto saat diwawancarai awak media (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - Perkembangan terbaru kasus dugaan penganiayaan di lingkungan Polda Kepulauan Riau mengungkap fakta baru. Korban dalam insiden tersebut ternyata tidak hanya satu orang.

Selain Bripda Natanael Simanungkalit yang meninggal dunia, seorang korban lain berinisial AP juga diduga menjadi sasaran kekerasan oleh sejumlah seniornya. Hal ini terungkap dari hasil pemeriksaan yang dilakukan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Kepri.

Kabid Propam Polda Kepri, Kombes Pol Eddwi Kurniyanto mengatakan, AP diketahui mengalami luka memar di sejumlah bagian tubuh akibat pemukulan dan tendangan. Meski demikian, kondisinya tidak sampai mengancam jiwa.

"Dalam penanganan kasus ini, Bid Propam Polda Kepri telah menetapkan satu orang sebagai tersangka terkait penganiayaan yang menyebabkan tewasnya Bripda Natanael," kata Eddwi, pada Selasa (14/4/2026) sore.

Sementara itu, tujuh anggota lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut atas dugaan keterlibatan dalam aksi kekerasan tersebut. Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini.

Penanganan tidak hanya dilakukan melalui mekanisme kode etik oleh Bid Propam, tetapi juga melalui proses pidana oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kepri.

“Kasus ini akan ditangani secara transparan dan tegas, baik dari sisi etik maupun pidana,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, terungkap bahwa motif penganiayaan dipicu oleh kekesalan para senior terhadap korban yang dianggap tidak menjalankan kegiatan kurvei atau kerja bakti di lingkungan mess.

Perintah tersebut seharusnya dilaksanakan bersama, namun karena dianggap tidak dipatuhi, hal itu memicu emosi hingga berujung pada aksi kekerasan.

Ironisnya, tindakan yang disebut sebagai bentuk “pembinaan” tersebut justru berakhir tragis dan merenggut nyawa.(Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media