Batam, News, Ekonomi, Kepri

Investasi Rp8 Triliun Masuk Batam, KADIN Minta Pengusaha Lokal Jangan Cuma Jadi Penonton

Egi | Rabu 28 Oct 2026 14:33 WIB | 47

Pemko Batam
BP Batam
Aset Daerah
Lingkungan Hidup
Pengusaha
Investasi
Ekonomi & Bisnis
Kadin


Ketua KADIN Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat (foto: ist)


Matakepri.co.id Batam - Investasi senilai sekitar USD 500 juta atau lebih dari Rp8 triliun yang direncanakan Tynergy Technology Group bersama Essence Global di kawasan Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Energy & Sustainable Industrial Park (GESEIP) mendapat apresiasi dari Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Batam.

Namun, KADIN mengingatkan bahwa besarnya nilai investasi harus diikuti manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, transfer teknologi, dan keterlibatan pengusaha lokal dalam rantai pasok industri.

Ketua KADIN Kota Batam, Roma Nasir Hutabarat, menilai investasi yang melibatkan investor asal Amerika Serikat tersebut menjadi peluang bagi Batam untuk memperkuat posisinya sebagai kawasan industri berteknologi tinggi.

Rencana pengembangan investasi itu mencakup sejumlah sektor strategis, mulai dari hilirisasi pasir silika, pembangunan pabrik pintar berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), hingga peluang pengembangan industri semikonduktor dan perakitan baterai sodium-ion.

Menurut Nasir, keberhasilan investasi tidak cukup hanya dilihat dari besarnya modal yang masuk ke Batam. Hal yang tidak kalah penting adalah seberapa besar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakat.

“Atas nama keluarga besar KADIN Kota Batam, kami menyampaikan apresiasi kepada Tynergy Group atas langkah investasi tahap awal ini. Kami berharap investasi tersebut menjadi awal dari pertumbuhan industri yang berkelanjutan dan memberikan dampak berganda bagi perekonomian Batam. Investasi harus membawa manfaat bagi daerah tempat investasi itu berlangsung, bukan hanya bagi investor,” ujar Nasir.

Nasir menegaskan, investasi berskala besar semestinya membuka kesempatan lebih luas bagi tenaga kerja dan pelaku usaha lokal. Kehadiran industri baru diharapkan tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan kompetensi sumber daya manusia serta memperluas peluang bisnis bagi pengusaha tempatan dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia menilai, keterlibatan perusahaan lokal perlu menjadi bagian dari perencanaan ekosistem investasi sejak awal. Dengan demikian, pengusaha di Batam memiliki kesempatan untuk menjadi pemasok barang dan jasa, mitra industri, penyedia layanan pendukung, hingga bagian dari rantai pasok perusahaan yang berinvestasi.

“Jangan sampai investasi besar hadir di Batam, tetapi manfaat ekonominya hanya berputar di lingkungan perusahaan itu sendiri. Kita ingin investasi menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan, mulai dari tenaga kerja, pengusaha lokal, UMKM, hingga sektor jasa dan industri pendukung. Dengan demikian, pertumbuhan investasi akan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat secara luas,” tegasnya.

KADIN Kota Batam juga berharap pengembangan industri berteknologi tinggi di kawasan PSN Wiraraja GESEIP dibarengi program peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Kemitraan dengan perusahaan daerah serta kesempatan pengadaan barang dan jasa bagi pelaku usaha setempat juga dinilai penting untuk memperluas dampak investasi.

Peluang tersebut, menurut KADIN, perlu diberikan secara kompetitif dengan tetap memperhatikan standar kualitas, efisiensi, dan kebutuhan industri.

Selain keterlibatan pengusaha lokal, Nasir menekankan pentingnya sinergi antara investor, pemerintah, pengelola kawasan industri, dan dunia usaha. Kolaborasi tersebut dibutuhkan untuk menciptakan kepastian berusaha sekaligus memastikan pengembangan industri berjalan secara berkelanjutan.

Bagi KADIN Kota Batam, investasi berkualitas bukan sekadar menghadirkan pabrik baru dan teknologi modern. Investasi juga harus mampu membangun kapasitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan berusaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat struktur ekonomi daerah.

Momentum peringatan 98 Tahun Sumpah Pemuda pun diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun Batam melalui investasi yang inklusif dan berdaya saing.

KADIN Kota Batam menyatakan mendukung masuknya investasi ke daerah tersebut. Namun, dukungan itu juga disertai harapan agar setiap proyek investasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, memperkuat posisi pengusaha lokal, dan menciptakan dampak berganda yang berkelanjutan bagi perekonomian Batam. (Egi)

Redaktur: ZB



Share on Social Media