Batam, News, Kepri
Egi | Jumat 28 Aug 2026 22:24 WIB | 54
Matakepri.co.id Batam - Pengelola Wisata Pantai Bahagia Nongsa, Batam, akhirnya buka suara terkait video yang viral di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam video klarifikasi yang diambil di lokasi pantai, pengelola menyampaikan permohonan maaf kepada pengunjung atas kejadian yang terjadi pada Minggu (23/8/2026) kemarin.
Iksan Ali, selaku Pengelola Wisata Pantai Bahagia Nongsa menyampaikan bahwa insiden tersebut berawal dari kesalahpahaman atau miskomunikasi antara pihak pengelola dengan pengunjung terkait informasi waktu masuk dan keluar kawasan wisata.
"Kami dari pengelola Wisata Pantai Bahagia Nongsa minta maaf sebesar-besarnya kepada pengunjung atas kejadian hari Minggu (23/8/2026) kemarin. Itu mungkin ada miskomunikasi antara kami dengan pengunjung tentang info kapan masuk dan kapan keluar," ujar Ali, Jum'at (28/8/2026).
Ia juga berharap agar video yang telah beredar luas di media sosial tidak lagi memicu kericuhan atau perdebatan di masyarakat.
"Kami berharap video viral itu tidak menimbulkan kericuhan lagi," ucapnya.
Komitmen Benahi Sistem
Ali menegaskan, pihak pengelola akan berkomitmen untuk membenahi sistem pengelolaan di Pantai Bahagia agar kejadian serupa tidak terulang. Salah satunya dengan memberikan informasi yang lebih jelas dan transparan kepada setiap pengunjung yang datang.
"Kami akan memperbaiki pengelolaan di Pantai Bahagia dan akan menyampaikan info-info yang lebih jelas kepada pengunjung," tegasnya.
Kronologi Versi Pengunjung
Sebelumnya, video keluhan pengunjung sempat viral di media sosial. Dalam narasinya, pengunjung mengaku sedang camping di Pantai Bahagia Nongsa dan sudah membayar sesuai permintaan pengurus.
"Dari awal pengurus pantai ini udah tau kami mau camping di sini dan kami bayar sesuai dengan yang diminta sama pengurus, namun pengurusnya ga ada bilang dari awal kalau lokasi yg kami pakai buat ngediriin tenda ini sudah di Booking orang," tulis pengunjung.
Pengunjung mengaku kaget saat Minggu pagi sekitar pukul 07.00 WIB, rombongan yang baru bangun tidur diminta untuk membongkar tenda.
"Tiba-tiba pagi Minggu nya jam 7 rombongan kami baru bangun tidur sudah disuruh buat bongkar tenda dengan keadaan nyawa belum terkumpul, lah kami semua kaget dong kok tiba-tiba disuruh bongkar," ujarnya.
Pengunjung juga menyayangkan sikap pengelola yang dinilai kurang komunikatif sejak awal.
"Kalau pun memang udah dibooking orang seharusnya bilang dari awal jangan mau nerima uang kami aja. Kami sebelum ngediriin tenda udah izin dulu ga ngasal ngediriin tenda aja," lanjutnya.
Bahkan dalam video tersebut pengunjung menyebut terjadi adu argumen.
"Diajak ngomong baik-baik langsung ngegas aja si bapak sampai-sampai anggotanya diancam mau dihajar kalau ga mau bongkar tenda kami," tutupnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak pengelola berharap kejadian ini menjadi evaluasi bersama demi kenyamanan wisatawan di Pantai Bahagia Nongsa.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kapolsek Nongsa, AKP Eko Chandra mengimbau kepada pengelola wisata dan pengunjung agar sama-sama menjaga ketertiban dan kenyamanan di kawasan wisata.
"Kami imbau kepada seluruh pengelola wisata di wilayah Nongsa agar memberikan informasi yang jelas kepada pengunjung terkait aturan, tarif, dan pemesanan tempat. Begitu juga kepada pengunjung agar berkoordinasi dengan baik dan tidak main hakim sendiri. Jika ada permasalahan, segera laporkan ke pihak kepolisian atau aparat terdekat agar bisa diselesaikan secara kekeluargaan," pungkasnya.(Egi)
Redaktur: ZB