Batam, Kesehatan

Viral Video Keluhan Layanan Medis di Klinik Sekupang, Kimia Farma Buka Suara dan Lakukan Investigasi

Juliadi | Senin 25 May 2026 22:43 WIB | 215

Dokter
Kesehatan
RSUD/Rumah Sakit/Puskesmas


Apotik di salah satu kecamatan Sekupang. (Foto : tangkap layar TikTok @ibupetualang )


Matakepri.co.id, Batam -  Jagat media sosial di Kota Batam tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video berdurasi 52 detik yang menyoroti pelayanan kesehatan di salah satu klinik di kawasan Kecamatan Sekupang. Video tersebut memperlihatkan momen emosional saat keluarga pasien menyampaikan kekecewaan atas penanganan medis yang mereka terima.


Dalam rekaman yang diunggah oleh akun TikTok @ibupetualang tersebut, tampak seorang anak perempuan dalam kondisi lemas berada di ruang tunggu klinik didampingi oleh keluarganya. Perekam video menyebutkan bahwa sang anak mengalami muntah-muntah dan sangat membutuhkan penanganan medis segera. Namun, pihak keluarga merasa kecewa karena menganggap pihak klinik tidak memberikan respons yang cukup sigap.


Pria dalam video tersebut secara spesifik menyebutkan bahwa kejadian itu berlokasi di Klinik Kimia Farma. Video ini pun memicu gelombang komentar dari warganet, bahkan muncul narasi di kolom komentar yang menduga adanya perbedaan pelayanan terhadap pasien pengguna BPJS.


Menanggapi viralnya video tersebut, pihak manajemen Kimia Farma segera memberikan respons cepat. 


Corporate Communications Kimia Farma, Anisa Husnu, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menjalin komunikasi dan mengadakan pertemuan langsung dengan keluarga pasien.


"Kami telah melakukan pertemuan dengan pihak keluarga untuk mendengarkan langsung kronologi kejadian serta menerima masukan terkait pelayanan di Klinik Kimia Farma Kota Batam," ujarnya, Senin (25/5/2026).


Ia menambahkan, saat ini perusahaan tengah melakukan investigasi internal secara menyeluruh guna mendapatkan gambaran fakta yang utuh dan objektif. Pihaknya menegaskan bahwa Kimia Farma tetap memegang teguh prinsip keselamatan pasien (patient safety) dan standar layanan operasional perusahaan.


"Perusahaan mengedepankan prinsip patient safety dan standar layanan yang berlaku di perusahaan untuk mendapatkan kesimpulan maupun penilaian yang tepat," tegasnya.


Menanggapi isu yang beredar luas di media sosial, Kimia Farma menyampaikan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan kesehatan yang profesional, humanis, dan berorientasi pada keselamatan pasien.


Pihak manajemen juga menyambut baik kritik dan masukan dari masyarakat sebagai sarana evaluasi internal.


"Setiap masukan dari masyarakat menjadi perhatian penting bagi perusahaan dalam melakukan perbaikan dan memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal secara berkelanjutan," tutupnya. (Adi)


Redaktur : ZB



Share on Social Media