Batam
Juliadi | Kamis 21 May 2026 19:16 WIB | 291
Hotel tempat WNA Singapura ditemukan meninggal. (Foto : Adi)
Matakepri.co.id, Batam - Suasana kawasan hotel di kawasan Nagoya, Kecamatan Lubuk Baja, mendadak heboh pada Kamis (21/5/2026) siang. Seorang tamu hotel berkebangsaan Singapura berinisial LAL (71) ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tempatnya menginap.
Kejadian tersebut pertama kali diketahui oleh pihak hotel saat hendak memastikan status masa inap korban. Pasalnya, hingga melewati pukul 12.00 WIB, korban tidak memberikan konfirmasi terkait perpanjangan waktu sewa kamar.
Kecurigaan staf hotel bermula ketika panggilan telepon ke kamar korban tidak mendapatkan jawaban. Petugas kemudian mendatangi kamar tersebut dan mencoba mengetuk pintu, namun tetap tidak ada respons dari dalam.
"Tadi sempat dihubungi lewat telepon hotel karena sudah lewat batas waktu menginap. Karena tidak ada tanggapan, petugas akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar dengan pendampingan saksi," ujar seorang warga di sekitar lokasi kejadian.
Saat pintu dibuka, petugas dikejutkan dengan kondisi korban yang sudah tidak bernyawa. Temuan tersebut segera dilaporkan kepada pihak kepolisian. Sekitar pukul 13.00 WIB, tim kepolisian dan mobil ambulans tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi serta olah tempat kejadian perkara (TKP).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, di dalam kamar korban ditemukan sejumlah obat-obatan pribadi. Hal ini memunculkan dugaan bahwa korban meninggal dunia karena sakit yang dideritanya.
Kapolsek Lubuk Baja, Kompol Deni Langi, mengonfirmasi peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa setelah dilakukan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Benar, ada seorang WN Singapura yang ditemukan meninggal dunia. Jenazah yang bersangkutan sudah dievakuasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Kepri untuk penyelidikan lebih lanjut," ujar Kompol Deni saat dikonfirmasi.
Saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari pihak rumah sakit guna memastikan penyebab pasti kematian korban. (Adi)
Redaktur : ZB