Batam
Juliadi | Selasa 27 Jan 2026 19:10 WIB | 1241
Riki, Calon Ketua IJTI Pengda Kepri, Selasa (26/1/2026). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Bursa pemilihan Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Kepulauan Riau (Kepri) mulai menghangat menjelang Musyawarah Daerah (Musda) VI.
Salah satu figur yang menyatakan keseriusannya adalah Riki, yang berkomitmen membawa organisasi profesi ini ke level yang lebih modern dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Sebagai bukti keseriusannya, Riki mengaku telah bergerak cepat melakukan konsolidasi dengan pengurus dan anggota di berbagai wilayah Kepri. Baginya, pencalonan ini bukan sekadar mengejar jabatan, melainkan bentuk tanggung jawab untuk memajukan jurnalisme visual di Bumi Segantang Lada.
Transformasi Digital dan Pemberdayaan SDM
Menyadari posisi strategis jurnalis televisi, Riki mengusung visi besar untuk menjadikan IJTI Kepri sebagai organisasi yang melek digital.
Menurutnya, jurnalis TV harus melampaui batas layar kaca tradisional.
“Kita adalah jurnalis visual. Ke depan, kita harus memanfaatkan perkembangan era digital untuk membuat gebrakan baru, terutama dalam peningkatan sumber daya manusia,” ujar Riki, Selasa (26/1/2026).
Salah satu program unggulan yang ia tawarkan adalah pembentukan tim khusus untuk mengoptimalkan platform media sosial seperti YouTube, Instagram, TikTok, hingga X (Twitter) sebagai wadah karya jurnalisme video yang lebih kreatif dan menjangkau audiens yang lebih luas.
Tak hanya fokus ke internal, Riki juga ingin IJTI Kepri memberikan kontribusi nyata bagi daerah. Dengan kekuatan lebih dari 20 anggota yang tersebar di seluruh kabupaten/kota di Kepri, ia berencana menjadikan IJTI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mempromosikan sektor pariwisata.
“Kita akan mengeksplorasi keindahan alam Kepri melalui video-video berkualitas. IJTI siap menjadi garda terdepan mempromosikan dunia pariwisata kita ke level internasional,” tambahnya penuh optimisme.
Menutup pernyataannya, Riki memberikan penegasan keras terkait integritas kepemimpinan.
Ia berjanji akan menjaga muruah organisasi dari segala bentuk kepentingan pragmatis.
“Jika dipercaya memimpin, saya berjanji tidak akan menggunakan atau memanfaatkan organisasi IJTI untuk kepentingan pribadi, apalagi untuk kesejahteraan pribadi saya. Komitmen saya adalah untuk kemajuan bersama dan martabat organisasi,” tegasnya. (Adi)
Redaktur : ZB