Batam
Mahasiswa BEM SI Gelar Aksi Demonstrasi di DPRD Kota Batam, Ini Tuntutannya
Juliadi |
Kamis 28 Aug 2025 18:46 WIB
|
1455
Unjuk Rasa
DPRD Batam
Pemko Batam
Para mahasiswa yang tergabung BEM SI, Rabu (27/8/2025). Foto : Adi
Matakepri.com, Batam -- Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Kepulauan Riau (Kepri) menggelar aksi demonstrasi di depan kantor DPRD Kota Batam, Rabu (27/8/2025).
Aksi ini menjadi sorotan publik karena menyuarakan berbagai tuntutan yang dianggap mencerminkan keresahan masyarakat terhadap berbagai persoalan strategis di Kota Batam.
Usai orasi dan penyampaian aspirasi di luar gedung, perwakilan mahasiswa diajak masuk ke ruang rapat Komisi III untuk berdialog secara langsung dengan para pemangku kebijakan.
Koordinator Wilayah BEM SI Sumatera Bagian Utara, Muryadi Agus Priawan, menyampaikan sederet persoalan yang menurutnya belum ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa aspirasi yang dibawa tidak hanya mewakili suara mahasiswa, tetapi juga keresahan masyarakat luas yang sudah lama merasakan dampaknya.
"Ada sebelas isu utama yang kami angkat hari ini. Ini bukan sekadar tuntutan, tapi bentuk kepedulian terhadap arah pembangunan Kota Batam yang kami nilai belum menjawab kebutuhan rakyat," ungkapnya.
Beberapa isu yang diangkat antara lain:
1. Penanganan banjir yang belum tuntas
2. Persoalan pengelolaan sampah yang dinilai tidak efektif
3. Pengaturan parkir yang semrawut
4. Penolakan terhadap pasal-pasal bermasalah dalam RKUHAP
5. Sikap represif aparat saat mengamankan aksi demonstrasi
6. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak merata
7. Masalah guru honorer
8. Mafia pangan
9. Infrastruktur dan jam operasional dump truck/kontainer yang mengganggu masyarakat
10. Isu agraria, khususnya penimbunan di Kampung Tua Melayu Tanjung Uma
11. Belum layaknya Kota Batam sebagai kota ramah anak
Menanggapi berbagai poin tersebut, Wali Kota Batam Amsakar Achmad mengakui bahwa masalah ini bukan hanya terjadi di Batam, melainkan menjadi tantangan umum bagi banyak kota besar di Indonesia.
"Kita ingin penyelesaian yang berkelanjutan. Penambahan infrastruktur ini diharapkan bisa mengurangi dampak lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga Batam," tambah Amsakar.
Menurutnya, Pemerintah Kota Batam telah membuat sejumlah terobosan, antara lain penambahan satu unit bulldozer untuk memperkuat operasional TPA, mendatangkan 14 mobil pengangkut sampah, 90 bin kontainer, dan membentuk tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) pengelolaan sampah.
Setelah dialog yang berlangsung lebih dari dua jam itu, massa aksi menyatakan apresiasinya atas keterbukaan pemerintah, namun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pembangunan di Kota Batam.
"Kami tidak akan berhenti di sini. Ini baru langkah awal. Jika tuntutan ini tidak dapat ditindaklanjuti, kami akan kembali turun ke jalan," tutup Muryadi. (Adi)
Redaktur : ZB
Share on Social Media