Batam, News, Hukum & Kriminal, Kepri
Egi | Kamis 24 Sep 2026 09:57 WIB | 403
Ilustrasi
Matakepri.co.id Batam - Seorang mahasiswi di Batam Tourism Polytechnic (BTP) berinisial AZPF (21) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di belakang rumahnya yang berada di kawasan Kartini I Blok JQ 23, Kelurahan Sungai Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Rabu (23/9/2026) siang.
Peristiwa tragis tersebut pertama kali diketahui oleh teman korban berinisial ASP (22), yang datang ke rumah korban untuk menyampaikan informasi terkait jadwal sidang skripsi yang kembali dijadwalkan.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh, sekitar pukul 13.40 WIB ASP mencoba menghubungi korban melalui telepon seluler. Namun panggilan tersebut tidak mendapat respons. Karena khawatir, ASP kemudian memutuskan mendatangi kediaman korban.
Sekitar pukul 14.10 WIB, ASP tiba di rumah korban dan berusaha memanggil korban berulang kali. Namun tidak ada jawaban dari dalam rumah. Saat memeriksa area sekitar rumah, ASP dikejutkan dengan pemandangan korban yang sudah tergantung di bagian belakang rumah.
Di lokasi kejadian ditemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, di antaranya pakaian tidur bermotif bunga warna pink, tali gorden warna pink, serta sebuah kursi.
Menurut ASP, dirinya cukup dekat dengan korban dan selama ini sering berkomunikasi melalui aplikasi WhatsApp.
Dari informasi yang dihimpun media ini, korban diduga mengalami tekanan psikologis akibat persoalan skripsi yang belum kunjung selesai. Naskah skripsi yang dikerjakan korban beberapa kali mendapat penolakan atau revisi dari dosen pembimbing.
Korban diketahui merupakan mahasiswi di Batam Tourism Polytechnic (BTP). Sejumlah teman korban mengaku prihatin atas yang dialami oleh korban.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi dari pihak kampus maupun hasil penyelidikan yang menyimpulkan adanya hubungan langsung antara persoalan akademik dengan kematian korban.
Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan penyebab pasti peristiwa tersebut.
Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental mahasiswi/a yang tengah menghadapi tekanan akademik. Dukungan dari lingkungan keluarga, teman, maupun institusi pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai tantangan selama menempuh pendidikan. (Egi)
Redaktur: ZB