Batam, News, Kepri
Egi | Jumat 12 Jun 2026 22:11 WIB | 40
Petugas Imigrasi Batam hampiri warga untuk berbagi nasi kotak Jum'at berkah (foto: Imigrasi Batam)
Matakepri.co.id Batam - Sebagian orang memilih berteduh saat hujan deras mengguyur Kota Batam pada Jumat siang itu. Kendaraan berjejer di bawah atap ruko, para pengendara menunggu langit kembali bersahabat. Namun di tengah derasnya hujan yang membasahi kawasan Batam Centre, seorang pria berkemeja coklat justru berdiri di tepi jalan.
Air hujan membasahi pakaian dan wajahnya. Namun hal itu tak membuat langkahnya berhenti.
Pria itu adalah Yosef Parlindungan, pegawai Kantor Imigrasi Batam. Di tangannya, puluhan nasi kotak siap dibagikan kepada para pengemudi ojek online yang melintas. Satu per satu ia hampiri, menyapa dengan senyum hangat yang terasa lebih menenangkan daripada cuaca yang sedang muram.
Di saat banyak orang berlindung dari hujan, Yosef memilih hadir untuk mereka yang tetap harus bekerja demi menghidupi keluarga.
Baginya, hujan bukan alasan untuk menghentikan kebaikan.
Aksi yang ia lakukan dalam program "Jumat Berkah" mungkin terlihat sederhana. Hanya beberapa kotak makanan yang berpindah tangan. Namun di balik kesederhanaan itu, tersimpan pesan kemanusiaan yang begitu dalam.
Batam memang dikenal sebagai kota industri yang terus berkembang. Gedung-gedung tinggi semakin banyak berdiri megah, investasi terus berdatangan. Namun di balik gemerlap itu, masih banyak masyarakat yang berjuang keras memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Yosef mengaku sering menyaksikan langsung bagaimana para pengemudi ojek online dan pekerja sektor informal bertahan di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih.
"Kondisi saat ini memang belum sepenuhnya stabil. Saya melihat sendiri bagaimana perjuangan mereka setiap hari. Kalau kita memiliki sedikit rezeki lebih, mengapa harus menunggu kaya atau menunggu ekonomi membaik untuk berbagi?" ujarnya sambil mengusap air hujan yang membasahi wajahnya.
Bagi Yosef, bantuan yang ia berikan mungkin tidak besar. Ia sadar satu atau dua kotak nasi tidak akan mengubah kehidupan seseorang secara drastis. Namun ia percaya, sekecil apa pun perhatian yang diberikan dapat menjadi penyemangat bagi mereka yang sedang berjuang.
"Harapan saya sederhana. Semoga ekonomi cepat pulih dan masyarakat kecil bisa kembali tersenyum. Dalam keadaan sesulit apa pun, jangan berhenti berbuat baik. Karena berbagi adalah cara paling sederhana untuk tetap menjaga kemanusiaan," katanya.
Ucapan itu terasa nyata bagi Ahmad (42), seorang pengemudi ojek online yang menerima nasi kotak dari Yosef siang itu.
Sejak pagi, Ahmad berkeliling mencari penumpang. Namun hingga siang hari, aplikasi di ponselnya nyaris tak berbunyi. Hujan yang turun semakin membuat penghasilannya hari itu tidak menentu.
Saat sedang berteduh, ia tak menyangka ada seseorang yang datang menghampiri dan memberikan makanan.
"Jujur, hari ini sepi sekali. Saya dari pagi belum dapat banyak order. Waktu dikasih nasi, rasanya bukan cuma dapat makanan, tapi seperti ada yang peduli dengan keadaan kami," tuturnya.
Di tengah derasnya hujan dan kerasnya perjuangan hidup, mungkin yang paling dibutuhkan bukan hanya bantuan materi. Terkadang, yang dicari adalah rasa bahwa masih ada orang yang melihat, memahami, dan peduli.
Siang itu, di bawah langit Batam yang kelabu, kehangatan tidak datang dari sinar matahari. Ia hadir dari sebuah nasi kotak, sebuah senyum tulus, dan tangan yang memilih berbagi ketika banyak orang memilih berlindung.
Judul alternatif:
Di Tengah Hujan Deras Batam, Yosef Pilih Berbagi untuk Mereka yang Terus Berjuang
Saat Banyak Orang Berteduh, Pegawai Imigrasi Ini Justru Membagikan Kehangatan
Nasi Kotak di Bawah Guyuran Hujan, Kisah Sederhana yang Menghangatkan Hati
Ketika Hujan Turun di Batam, Kebaikan Yosef Menyapa Para Pencari Nafkah
Bukan Sekadar Berbagi Makanan, Yosef Hadir Membawa Harapan di Tengah Sulitnya Ekonomi (Egi)
Redaktur: ZB