Batam
Juliadi | Minggu 07 Dec 2025 23:38 WIB | 1036
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa didampingi Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, Minggu (7/12/2025). Foto: Adi
Matakepri.com, Batam -- Dalam rangka memperkuat misi dagang antar daerah, silaturahmi antara pejabat Provinsi mitra dan warga perantauan asal Jawa Timur di Kepulauan Riau (Kepri) kembali digelar, bertempat di Nagoya Hill Hotel, Minggu (7/12/2025) malam.
Gubernur Provinsi Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pertemuan ini bertujuan untuk menyambungkan potensi dan memastikan seluruh proses pembangunan dapat berjalan seiringan.
"Misi dagang, maka kita melakukan silaturahmi dengan warga di Provinsi mitra, asal Jawa Timur," ungkap Khofifah, disela-sela kegiatan Forum Silaturahmi Gubernur Jawa Timur dengan masyarakat Kepri asal Jawa Timur dalam rangka penguatan pasar antar daerah.
Khofifah menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya agar seluruh program dapat menyambung.
Khofifah berharap, bahwa kegiatan ini dapat memastikan warga Jawa Timur di Kepri, yang disebut sebagai "warga Kepri asal Jawa Timur", tetap guyub dan bersama-sama menyukseskan roda pembangunan di Provinsi tempat mereka tinggal.
Lanjut kata Khofifah, Kepulauan Riau merupakan kawasan yang sangat strategis dengan letaknya yang berdekatan dengan Singapura dan Malaysia, menjadikannya perlintasan perdagangan yang potensial.
Menurutnya, misi dagang sebelumnya antara Jawa Timur dan Kepri bahkan pernah mencatat transaksi hingga mencapai Rp 306,5 miliar, menunjukkan potensi kerja sama bisnis yang besar.
"Komoditas yang diperdagangkan meliputi beras, jagung, kopi, cengkeh, dan mesin proyek dari Jatim, sementara Kepri memasarkan konveksi, crude palm oil, dan barang elektronik," ujar Khofifah.
Lanjut Khofifah, Kepri diharapkan dapat menjadi perantara (intermediasi) bagi produk Jawa Timur untuk diekspor ke negara lain, seperti Singapura dan Malaysia.
"Pertemuan ini tidak hanya mempererat ikatan kekeluargaan, tetapi juga menjadi momentum strategis untuk menjalin sinergi antara pelaku usaha kedua provinsi," pungkasnya.
Sementara itu, dalam sambutannya, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengapresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat Jawa Timur (Jatim) yang menetap di Kepri. Menurut Ansar, warga Jatim dinilai sangat kompak dan mampu berbaur harmonis dengan masyarakat lokal, menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan di provinsi yang heterogen ini.
"Apresiasi untuk masyarakat Jawa Timur yang guyub dan berbaur. Kepri ini heterogen, tapi bisa hidup damai. Kehadiran warga Jatim turut memperkuat itu," tegas Ansar.
Tidak hanya soal kerukunan sosial, Ansar juga secara aktif mendorong adanya kerja sama ekonomi yang lebih besar antara Provinsi Kepri dan Jawa Timur. Ansar melihat potensi besar dalam memanfaatkan kedekatan geografis Kepri dengan Singapura yang merupakan pasar yang sangat potensial dan terbuka.
Ansar mengajak Pemerintah Provinsi (Pemprov) dan pelaku usaha Jawa Timur untuk mengambil peran dalam memanfaatkan ceruk pasar di negara tetangga.
"Kami mengajak Gubernur Jatim dan pelaku usaha Jawa Timur memanfaatkan pasar Singapura, termasuk kebutuhan sayur dan ayam potong," tambahnya.
Melalui sinergi strategis antara dua provinsi ini, diharapkan terjadi penguatan arus perdagangan antar daerah yang signifikan. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga diharapkan semakin bergeliat, dan yang terpenting, produk-produk unggulan dari Jawa Timur memiliki jalur baru untuk menembus pasar internasional melalui pintu gerbang Kepri.
"Kerja sama ini diproyeksikan akan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, sekaligus memperkuat persaudaraan antar provinsi di Indonesia," tutup Ansar. (Adi)
Redaktur : ZB