Batam, News, Kepri
Egi | Rabu 14 Oct 2026 21:44 WIB | 37
PLN lakukan audiens dengan Polda Kepri dengan membahas listrik Batam Bintan (foto: Humas)
Matakepri.co.id Batam - Kepolisian Daerah Kepulauan Riau (Polda Kepri) memperkuat koordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengantisipasi gangguan pasokan listrik sekaligus memastikan keamanan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kepulauan Riau.
Komitmen tersebut dibahas dalam audiensi Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri bersama jajaran PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Riau dan Kepulauan Riau di ruang kerja Kapolda Kepri, Rabu (14/10/2026).
Pertemuan ini turut dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Anom Wibowo, Dirintelkam Polda Kepri, Kabidhumas Polda Kepri, serta Wadir Ditreskrimsus Polda Kepri.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas penguatan sinergi, pengamanan infrastruktur kelistrikan, hingga kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi gangguan pasokan listrik yang dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
Kapolda Kepri Irjen Pol. Suhendri menegaskan bahwa PLN merupakan mitra strategis Polri, mengingat ketersediaan listrik menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pelayanan publik, kegiatan ekonomi, serta iklim investasi di Kepulauan Riau.
"Polda Kepri siap mendukung pengamanan infrastruktur dan operasional kelistrikan sesuai dengan kewenangan serta ketentuan yang berlaku," kata Suhendri.
Koordinasi lintas instansi juga dinilai perlu terus diperkuat agar setiap gangguan dapat ditangani secara cepat dan tepat, sehingga tidak menimbulkan dampak yang lebih luas, termasuk terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Sementara itu, General Manager PT PLN (Persero) UID Riau dan Kepulauan Riau, Sugeng Hidayat, mengatakan audiensi tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan koordinasi dengan Polda Kepri.
Dalam pertemuan itu, ia turut menjelaskan kondisi sistem kelistrikan di wilayah Batam dan Bintan.
"Kebutuhan listrik di Bintan hampir seluruhnya dipasok melalui sistem kelistrikan Batam. Dengan kebutuhan daya sekitar 100 megawatt (MW), cadangan daya yang tersedia disebut berada di kisaran 30 MW," kata Sugeng.
Adapun pengelolaan operasional sistem kelistrikan Batam–Bintan berada di bawah PLN Batam.
Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo menekankan pentingnya investigasi teknis secara menyeluruh untuk mengetahui penyebab gangguan kelistrikan sekaligus mengidentifikasi potensi kerentanan pada sistem.
"Setiap kemungkinan penyebab harus dikaji berdasarkan hasil pemeriksaan dan temuan teknis agar langkah penanganan yang dilakukan tepat sasaran," kata Anom.
Selain itu, upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik perlu terus dilakukan untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada masyarakat sekaligus mempertahankan kepercayaan investor terhadap Kepulauan Riau.
Di sisi lain, Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol Nona Pricillia Ohei, menyoroti pentingnya membangun jalur komunikasi khusus antara PLN dan Polda Kepri, terutama ketika terjadi gangguan kelistrikan.
Menurutnya, penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan terverifikasi sangat diperlukan agar masyarakat mendapatkan penjelasan yang benar mengenai kondisi kelistrikan.
"Langkah tersebut juga penting untuk mencegah beredarnya informasi simpang siur maupun hoaks yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat," kata Nona.
Melalui audiensi ini, Polda Kepri dan PLN berkomitmen meningkatkan koordinasi dalam pengamanan infrastruktur vital, penanganan gangguan kelistrikan, serta penyampaian informasi kepada publik.
Sinergi kedua pihak diharapkan dapat mendukung keberlangsungan pelayanan publik, menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif, serta menunjang stabilitas perekonomian dan iklim investasi di Provinsi Kepulauan Riau.(Egi)
Redaktur: ZB