Batam, News, Kepri
Egi | Selasa 15 Sep 2026 22:33 WIB | 102
Tampak kabut asap di kota Batam dari dataran tinggi (foto: Egi)
Matakepri.co.id Batam - Kabut asap tebal kembali menyelimuti Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (15/9/2026). Kondisi ini menyebabkan jarak pandang di kawasan Bandara Internasional Hang Nadim mengalami penurunan dan berpotensi mengganggu aktivitas penerbangan serta mobilitas masyarakat.
Berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Batam, tingkat visibilitas di area bandara berada pada kisaran 4.000 hingga 5.000 meter. Angka tersebut dinilai cukup rendah dan perlu menjadi perhatian bagi pengguna transportasi udara maupun pengendara di jalan raya.
Forecaster BMKG Kota Batam, Ibnu Susilo, mengatakan kondisi kabut asap yang terjadi saat ini masih memengaruhi jarak pandang di sejumlah wilayah Batam, termasuk kawasan bandara.
“Di area Bandara Hang Nadim, jarak pandang terpantau berkisar antara 4.000 hingga 5.000 meter. Kondisi ini cukup berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan maupun kegiatan masyarakat sehari-hari,” ujar Ibnu pada Selasa (15/9/2026).
Menurut Ibnu, kabut asap yang menyelimuti Batam tidak hanya berasal dari wilayah setempat. Asap juga dipengaruhi oleh kiriman dari sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Lingga dan wilayah Sumatra bagian selatan yang masih mengalami kebakaran lahan.
BMKG mencatat terdapat lima titik panas (hotspot) yang terdeteksi di wilayah Kepulauan Riau. Dari jumlah tersebut, satu titik berada di Kabupaten Lingga, sementara empat titik lainnya terpantau di Kabupaten Natuna.
Selain menurunkan jarak pandang, kabut asap juga berdampak pada kualitas udara. Hasil pemantauan menunjukkan konsentrasi partikulat PM10 berada di kisaran 60 hingga 80 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut berada di atas ambang udara bersih yang umumnya berada pada level 30 mikrogram per meter kubik.
BMKG memperkirakan kondisi kabut asap masih berpotensi terjadi dalam beberapa pekan ke depan. Fenomena El Nino yang menyebabkan curah hujan berkurang disebut menjadi salah satu faktor yang membuat potensi kebakaran lahan dan penyebaran asap masih cukup tinggi hingga awal Oktober mendatang.
Masyarakat diimbau untuk membatasi aktivitas di luar ruangan jika tidak diperlukan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta meningkatkan kewaspadaan saat berkendara karena jarak pandang yang berkurang. Warga yang mengalami gangguan pernapasan juga disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.(Egi)
Redaktur: ZB