Batam, News, Kepri

BMKG: Asap Karhutla Terdeteksi di Kepri, Sebaran Bergerak ke Arah Timur Laut

Egi | Jumat 04 Sep 2026 16:11 WIB | 31

BMKG
Karhutla


Asap putih menyelimuti Kota Batam (foto: Egi)


Matakepri.co.id Batam - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan adanya sebaran asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terdeteksi di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Kepulauan Riau (Kepri), berdasarkan citra satelit Himawari-9 pada Jumat (4/9/2026) pukul 08.00 WIB.

Dalam pemantauan tersebut, asap terdeteksi di wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, serta Maluku.

BMKG menyebutkan, arah pergerakan asap di masing-masing wilayah dipengaruhi oleh pola angin yang bertiup. Untuk wilayah Kepulauan Riau, sebaran asap terpantau bergerak ke arah utara hingga timur laut. Sementara itu, asap di wilayah Riau, Sumatera Barat, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, dan Sumatera Selatan bergerak ke arah barat laut.

Di Pulau Kalimantan, sebaran asap di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Maluku bergerak ke arah barat laut hingga utara, sedangkan di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara bergerak ke arah utara hingga timur laut.

BMKG juga mendeteksi adanya fenomena transboundary haze atau kabut asap lintas batas yang bergerak dari wilayah Kalimantan menuju Sarawak dan Sabah, Malaysia.

Berdasarkan analisis BMKG, pola angin di sebagian besar wilayah Indonesia saat ini umumnya bertiup dari tenggara menuju barat laut hingga utara, sehingga berpotensi memengaruhi arah penyebaran asap dari lokasi-lokasi kebakaran.

Selain sebaran asap, citra satelit juga menunjukkan sejumlah titik panas (hotspot) yang tersebar di beberapa wilayah, terutama di Pulau Kalimantan dan Papua. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan apabila tidak segera ditangani.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi cuaca dan kualitas udara, terutama di daerah yang terdampak asap, serta mengurangi aktivitas luar ruangan apabila terjadi penurunan kualitas udara yang signifikan.(Egi)


Redaktur: ZB



Share on Social Media